Breaking News

Anda Psikopat?



Wew, judul postingan kali ini agak sensitif nih. Heu
Oia, lupa kasih salam sapa. Met pagiii..
Alhamdulillah, di minggu yang cerah ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di tengah lapangan (lho, lho.. kok jadi mirip pembukaan pidato senam SKJ  )
Oke, oke.. lupakan salam sapa di atas. Back to topic..
Hari ini aku lagi pengen membahas tentang orang (yang) mempunyai perilaku Psikopat. Abis penasaran bangett (gag banget-banget sih. he), kali aja aku ini termasuk Psikopat. Lho?! (amit-amit deh)
Menurut eyang Wikipedia, Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan.
Oke, itu kata eyang Wikipedia. Terus bagaimana agar kita bisa mengenali perilaku Psikopat itu sendiri. So, kita simak artikel berikut ini..
Kenali Perilaku Psikopat (sesuai judul asli)
Maraknya kasus pembunuh berdarah dingin bahkan pembunuh nekat akhir-akhir ini memang membuat kita miris, gamang, dan bahkan mungkin saja dilanda kecemasan dan kecurigaan berlanjut.
Kondisi ini menggiring kita untuk mencermati keberadaan berbagai penyimpangan perilaku manusia.
Psikopat adalah pribadi yang berperilaku antisosial, perilakunya didominasi oleh kehendak sendiri yang sangat impulsif.
Beberapa pakar berpendapat, orang psikopat mengalami luka bawaan pada struktur pusat berpikir dari otaknya sehingga aspek kepribadiannya secara menyeluruh berbasis emosi/feeling sehingga menjadi kurang utuh. Psikopat sangat ahli dalam hal emosi/feeling baik dalam mengatur emosinya maupun memanipulasi emosi orang lain. Dinyatakan pula akan keberadaan poreus (lubang) yang tidak terisi dalam struktur kepribadiannya (Glasser).
Perilaku seorang psikopat antara lain:
(1). Hanya mampu memahami etika, norma dan agama yang berlaku dalam tataran verbal, tetapi tidak mampu menerapkannya dalam perilaku. Mereka umumnya senang berdebat. Maunya hidup nikmat tanpa kerja keras dan menginginkan segala sesuatu secara instan. Untuk itu segala cara dihalalkan. Mereka umumnya memakai kedok agama (sangat senang belajar agama) sebagai alat agar disukai, dianggap baik dan membuat orang lengah.
Bagi psikopat yang agresif, kalau perlu membunuh pun tidak masalah baginya, asalkan keinginan hidup nikmatnya tercapai segera.
(2) Biasanya ia adalah seorang yang luas dalam pergaulan, memiliki banyak teman, pandai bergaul, dan memiliki rasa humor yang baik sehingga lingkungan mudah tertarik kepadanya. Selain itu, kemampuan relasinya pun baik.
(3) Tujuan hidup adalah melulu ditandai oleh pencarian kenikmatan, jadi sama sekali tidak mempertimbangkan hari esok. Mereka umumnya senang bersenang-senang, mereka secara rutin mengambil liburan, jalan-jalan atau pergi ke tempat hiburan seperti taman kota, luar kota, mall, cafe, diskotik atau lain lain. Falsafah hidupnya adalah yang penting saya senang dan tidak memikirkan akibat kesenangannya tersebut pada orang lain.
Apabila ia tidak merasa nyaman baik secara psikologis, emosi ataupun fisik, ia dapat marah menjadi-jadi dan mengeluarkan kata-kata kasar namun segera setelah ia menyadari itu, ia akan berlaku sangat manis.
(4) Pada awalnya orang psikopat adalah pribadi yang sangat menarik sehingga orang cepat suka kepadanya, dengan demikian orang yang termanipulasi pun pada awalnya sering kurang menyadari.
(5) Kecuali itu, dengan cepat pula, ia mampu melakukan rasionalisasi demi upaya pembenaran dirinya dan meyakinkan lingkungan ia melemparkan kesalahan kepada orang lain. Jarang sekali ia merasa bersalah, menyesal. Ia selalu menyalahkan orang lain terhadap kejadian buruk yang menimpa dirinya.
(6) Seburuk apa pun perilakunya, tidak akan mengubah ekspresi wajahnya tetapi ia juga pandai bermain sandiwara seperti pura-pura menangis, memelas dsb.
(7) Hukuman apa pun yang diberlakukan tidak pernah membuatnya jera sehingga tanpa rasa segan dia akan mengulang perilaku buruknya di kemudian hari.
(http://detektifromantika.wordpress.com/kenali-perilaku-psikopat/)

Weh, danger juga ya.. >.<
Tapi, aku masih penasaran deh. Apakah setiap orang (yang) Psikopat itu supel (mudah bergaul)? Ada gag sih orang (yang) Psikopat itu pendiam (diam-diam menghanyutkan gitu). Gag suka bergaul dengan sesama gitu maksudnya..
Hhmm.. sepertinya masih harus dicari dari sumber lainnya nih. Mungkin kalau teman-teman ada yang tau, bisa dishare di sini. Monggoo.. ^^
Oia, kalau membahas soal Psikopat, aku jadi teringat dengan sebuah serial drama-korean (bukan drama sih, lebih tepatnya action-korean) yang judulnya H.I.T (Homicide Investigation Team). Filmnya kereen!!! Film tersebut membahas tentang pembunuhan berantai yang pelakunya ternyata seorang yang Psikopat.
Nih aku kasih link website yang membahas sinopsis tentang film tersebut >> http://riachann.wordpress.com/2011/05/14/h-i-t-homicide-investigation-team-sinopsis/
Semoga bermanfaat.. (kalau gag bermanfaat dibuang aja. huhu)

Referensi :
https://tia17.wordpress.com/2011/12/04/anda-psikopat/

No comments